IPTEK, Mempermudah Kehidupan

Banner01

Gas Regulator System

Liquid petroleum gases (LPG) diperkenalkan oleh PERTAMINA dan telah beredar di masyarakat sejak lama, terutama untuk ukuran 12 Kg netto. Namun demikian, volume besar yang berdampak pada harga yang mahal, menyebabkan LPG 12 kg, hanya terjangkau oleh segmen ekonomi menengah ke atas. Prisip kerja LPG adalah dialirkannya tekanan gas dari tabung menuju ke kompor melalui selang dan diatur oleh sebuah regulator gas. Ketika terkena pematik api, tungku pada kompor akan menyala. Ukuran molekul gas yang sangat kecil dan syarat dengan tekanan mengharuskan sarana prasarana penunjangnya harus presisi, dimana lubang sekecil apapun tidak diperkenankan.

Masalah yang sering dihadapi oleh konsumen LPG adalah kebocoran gas. Pada dasarnya, hal tersebut disebabkan karena pengetahuan tentang prosedur sederhana operasional LPG yang masih terbatas. Terdapat beberapa kemungkinan penyebab kebocoran gas,  salah satunya adalah kegagalan fungsi seel.

Gas Regulator Safety (GRS) adalah salah satu terobosan teknologi sederhana dan tepat guna. Alat ini mampu mengefektifkan seel dengan cara menambah daya tekan sehingga efek tekan balik mampu menutup pori seel dan gas tidak bocor. Keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan GRS dapat dibedakan menjadi 3, ekonomi, teknis, dan lingkungan. Keuntungan secara ekonomi adalah penggunaan LPG lebih awet karena tidak ada gas yang terbuang (gas terpakai semuanya). Keuntungan teknis didapat dari rasa aman akan bahaya terbakar dan meledak. Sedangkan keuntungan lingkungan diperoleh dari ketiadaan bau gas yang menyengat akibat kebocoran. Tulisan berikut adalah tinjauan dari aspek teknis, ekonomis dan lingkungan.

Aspek Teknis

Pertama, sarana prasarana penunjang LPG. Tabung LPG 15,5 Kg (12 Kg netto),  berisi gas liquid 12 Kg dilengkapi seel yang berada di dalam spinol tabung. Seel akan bekerja jika mendapatkan tekanan dari regulator sehingga sisi tengah seel akan menekan bagian regulator yang berbentuk tirus.Kedua, permasalahan teknis. Regulator gas yang beredar di masyarakat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu regulator mahal (?) dan regulator murah(?) Perbedaan kedua regulator tersebut  terletak pada prinsip kerjanya. Pengait ganda (dua sisi) pada regulator mahal menghasilkan tekanan seel merata sehingga jarang terjadi kebocoran, tetapi pada regulator murah hanya terdapat pengait satu sisi, sehingga mudah terjadi kebocoran jika seel spinol sudah usang atau cacat produksi. Pengait satu sisi juga akan bermasalah pada posisi selang yang tidak seimbang dan menggantung, Akibatnya regulator tidak dapat berdiri dengan tegak dan menyebabkan posisi tirus regulator menekan tidak merata pada sisi atas seel.

Aspek Ekonomi

Kebocoran gas akan mengurangi nilai ekonomi gas dan menambah beban pengadaannya kembali. Hal tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut:  asumsi gas 12 kg digunakan 4 jam perhari selama 30 hari dan dengan kebocoran 2 % dari aliran nyala (0,5 mg/dt hampir tidak berbau),  Maka dapat dihitung bahwa gas hilang sebesar 1,44 kg atau kerugian sekitar 3,6 hari.

Aspek Lingkungan

Kerugian lingkungan akibat kebocoran gas berupa kenaikan suhu lingkungan yang berasal dari pecahnya senyawa gas menjadi CO2 dan energi panas. Hal ini yang dikenal dengan istilah global warming. Selain itu, kebocoran gas yang terjadi di rumah dengan ventilasi tidak memadahi (oksigen rendah) menyebabkan gas di dalam rumah tidak dapat pecah dan jika dalam jumlah besar akan mudah terbakar setelah terkena percikan api atau nyala api. Selain itu, kondisi panas hasil pembakaran akan memuaikan gas dalam tabung dan pada kondisi overloud menyebabkan peledakan. Hal ini disebut resiko kebahayaan (aplication rish) (Hermain, Kan Litbang Kab. Pati).

 

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Yellow Green Red Cyan Orange

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color

Spotlight3

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction