IPTEK, Mempermudah Kehidupan

Banner01

Bahaya Asbes Bagi Kesehatan

Penggunaan bahan asbes (asbestos) sudah sering kita temui dalam bangunan rumah tinggal ataupun gudang dan umumnya digunakan sebagai penutup atap/kanopi.

Ternyata berdasarkan penelitian, bahan asbes ini berbahaya bagi kesehatan karena debu-debu unsurnya yang terhirup akan masuk ke paru-paru dan tidak dapat larut serta dapat membunuh sel pada paru-paru sehingga beresiko kanker. Karena bahaya ini di beberapa negara amerika dan eropa, penggunaan bahan asbes ini telah mulai dilarang.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meminimalkan bahaya penggunaan bahan asbes antara lain:

1.    Gunakan plafond untuk mencegah debu serat asbes jatuh ke dalam rumah dan mengurangi resiko terhirup penghuni rumah.

2.    Ganti asbes bila sudah terlihat rusak sesegera mungkin, asbes yang rusak menyebabkan debu-debu asbes.

3.     Gunakan masker ketika bekerja memotong atau memasang asbes.

4.    Buat aliran udara yang mengalir baik di dalam rumah sehingga debu-debu asbes bisa mengalir keluar melalui saluran ventilasi rumah.

5.     Jika memungkinkan, gunakan bahan alternatif pengganti asbes seperti atap genteng, seng atau baja sebagai pengganti atap berbahan asbes.

Proses keracunan Asbes tidak terjadi secara seketika, racun Chrysotile akan menyerang manusia secara akumulatif, proses terinfeksi Chrysotile akan memicu terjadi kanker pada manusia dalam waktu puluhan tahun kemudian, ketika korban secara terus-menerus menghirup debu asbes yang mengandung Chrysotile maka korban akan terkena penyakit kanker, yang bisa menyebabkan kematian.

Kasus-kasus kematian akibat menghirup udara yang tercemar asbes menyimpulkan bahwa, 94 persen penggunaan Asbes di dunia mengandung bahan Chrysotile atau hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11)H2O, Chrysotile merupakan bahan mineral yang bersifat Karsinogen pemicu penyakit kanker yang akan menyerang rongga dada, paru-paru, dan perut. Proses terinfeksinya melalui udara yang telah tercemar oleh debu Asbes kemudian dihirup oleh Manusia. Penggunaan Asbes telah banyak menimbulkan kematian pada korban, contoh kasus di Negara Jepang, akibat menghirup udara yang tercemar Asbes, 500 orang meninggal dunia pada tahun 1995, dan meningkat menjadi 878 orang pada tahun 2003, sehingga pemerintah Jepang melarang penggunaan Asbes.

Proses keracunan Asbes tidak terjadi secara seketika, racun Chrysotile akan menyerang manusia secara akumulatif, proses terinfeksi Chrysotile akan memicu terjadi kanker pada manusia dalam waktu puluhan tahun kemudian, ketika korban secara terus-menerus menghirup debu asbes yang mengandung Chrysotile maka korban akan terkena penyakit kanker, yang bisa menyebabkan kematian.

Asbes termasuk bahan berbahaya. Namun, kurang disadari oleh masyarakat pemakainya karena dampak negatif yang ditimbulkannya tidak segera tampak. Memang, tidak semua bahan yang mengandung asbes berbahaya bagi manusia apabila bahan itu dalam keadaan baik sehingga serat asbes terikat kuat dalam matrik bahan. Namun, substansi asbes dengan ukuran tertentu dalam keadaan terlepas/bebas akan sangat berbahaya karena dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan apabila terhirup masuk ke dalam paru-paru.

Asbes dapat mengakibatkan penyakit asbestosis dan berbagai jenis kanker. Sifat asbes yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan berupa timbulnya penyakit asbestosis sudah cukup dikenal di kalangan praktisi kesehatan kerja maupun kesehatan lingkungan. Asbestosis adalah penyakit kronis pada
paru-paru yang mengakibatkan penderita sulit bernafas dan bisa mengakibatkan kematian. Asbes dapat juga mengakibatkan kanker jenis mesothelioma, yaitu jenis kanker yang menyerang selaput perut. Dr. Irving Selikoff, Direktur Environmental Science Laboratories pada Mount Sinai School of Medicine di New York yang menangani suatu penelitian penyakit kanker para pekerja di pabrik asbes, menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh asbes dibanding rokok. Dari 869 orang yang 17 tahun sebelumnya pernah bekerja di pabrik asbes di Texas, AS, 300
orang di antaranya diperkirakan menderita asbestosis, kanker paru-paru, kanker usus, dan kanker perut lainnya.

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Yellow Green Red Cyan Orange

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color

Spotlight3

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction