IPTEK, Mempermudah Kehidupan

Banner01

Margin Pemasaran Komoditas Unggulan Padi (Studi di Kabupaten Pati)

Pendahuluan

Pemasaran  yang efisien diperoleh dari efisiensi operasional dan efisiensi harga dengan konsep pendekatan margin pemasaran melalui harga jual ditingkat produser dan harga beli ditingkat konsumen. Sementara itu permasalahan pemasaran gabah ditingkat petani untuk mendapatkan margin pemasaran dapat diidentifikasi sebagai berikut: pertama, volume penjualan gabah kering giling dari produser dalam hal ini petani masih kurang, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas; kedua, harga jual gabah kering giling (GKG)  ditingkat petani masih rendah (dibawah harga satandard pemerintah) terutama pada saat panen raya; ketiga, harga jual ditingkat pengecer masih rendah; keempat, saluran lembaga pemasaran belum efektif; dan kelima, margin pemasaran masih belum optimal.

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan volume penjualan, harga gabah ditingkat petani, hargha gabah ditingkat pengecer, lembaga pemasaran dan margin pemasaran; (2) Menguji pengaruh antara volume penjualan, harga gabah ditingkat petani, hargha gabah ditingkat pengecer dan lembaga pemasaran dengan margin pemasaran; dan (3) Mengetahui sebesarapa besar pengaruh antara volume penjualan, harga gabah ditingkat petani, hargha gabah ditingkat pengecer dan lembaga pemasaran dengan margin pemasaran;

Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi margin pemasaran komoditas unggulan padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) di Kabupaten Pati yang tersebar di 9 Kecamatan yaitu Kecamatan Sukolilo, Kayen , Gabus, Pucakwangi, Winong, Jakenan, Margorejo, Margoyoso, Tayu, dengan pertimbangan wilayah Kecamatan tersebut merupakan wilayah  sentra tanaman padi, sementara obyek yang diteliti meliputi volume penjualan, harga ditingkat petani, harga ditingkat pengecer, lembaga pemasaran, dan margin pemasaran.

Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif  kuantitatif dan kualitatif yaitu suatu metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan cara mengumpulkan data-data aktual yang terjadi pada masa sekarang, menyusun dan menganalisis secara kuantitatif dengan alat uji statistik dan kualitatif dengan narasi,  kemudian menyimpulkan.

Untuk memperoleh gabaran hubungan faktor-faktor volume penjualan, harga ditingkat petani, harga ditingkat pengecer, lembaga pemasaran terhadap margin pemasaran komoditas unggulan padi dan sesuai dengan hipotesis  yang disimpulkan dalam kajian pustaka, maka penelitian ini menggunakan model kausal yaitu suatu model yang memasukkan dan menguji variabel-variabel yang diduga mempengaruhi variabel dependent (Kuncoro, 2001). Adapun variable-variabel yang diteliti dapat disusun dalam bentuk model regresi berganda yang sudah ditransformasi kedalam bentuk doble natural logarithm (Ln) sehingga menjadi:

LnY = Ln a + b1Ln X1 + b2Ln X2 + b3 LnX3 + b4 LnX4 + e

Dimana : LnY: margin pemasaran;             Lna: konstante; LnX1: velume penjualan; LnX2: harga ditingkat petani; LnX3: harga ditingkat pengecer; LnX4: lembaga pemasaran; dan e: error.

Sementara itu, analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif.

Hasil Penelitian

1.         Analisis Deskriptif

Analisis despriptif dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan/ menggambarkan data dan menjelaskan distribusi data dalam bentuk mean median, maximum dan minimum sebagaimana table 1 berikut ini.

 

Data tersebut menunjukan bahwa mean (rata-rata) volume penjualan gabah, harga ditingkat petani, harga ditingkat pengecer, lembaga pemasaran dan margin pemasaran masing-masing adalah: 99,01 kw; Rp 413.183,91/kw; Rp 431.586,21/kw; 1,63 buah; dan Rp 1.916.230,86. Median (titik tengah) volume penjualan gabah, harga ditingkat petani, harga ditingkat pengecer, lembaga pemasaran dan margin pemasaran masing-masing adalah: 98,55 kw; Rp 415.000,00/kw; Rp 432.000,00/kw; 2,00 buah; dan Rp 1.717.500,00. Minimum volume penjualan gabah, harga ditingkat petani, harga ditingkat pengecer, lembaga pemasaran dan margin pemasaran masing-masing adalah: 81,84 kw; Rp 390.000,00/kw; Rp 415.000,00/kw; 1,00 bh; dan Rp 673.750,00. Maximum volume penjualan gabah, harga ditingkat petani, harga ditingkat pengecer, lembaga pemasaran dan margin pemasaran masing-masing adalah: 140,00 kw; Rp 425.000,00/kw; Rp 455.000,00 kw; 2,00 buah; dan Rp 8.743.200,00

2.         Analisis regresi

Hasil nalisis  regresi secara rinci dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini.

 

                Keterangan

***      = Sangat signifikan pada tingkat kesalahan 1 % (0,01), atau tingkat  kepercayaan  99 %.

**        = signifikan pada tingkat kesalahan 5 % (0,05), atau tingkat  kepercayaan 95 %.

                ts            = Tidak signifikan

Tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa hasil uji signifikasi parameter indifidual (uji t) adalah sebagai berikut:

a.       Pengaruh individual (parsial) independent variable LnX1  (volume penjualan) terhadap LnY  dependent variable (margin pemasaran) gabah di Kabupaten Pati mempunyai thitung sebesar 3,434 dengan signifikasi (probabilitas) 0,001. Karena probabilitas jauh dibawah nilai 0,050, artinya volume penjulan gabah secara individual (parsial) berpengaruh sangat signifikan  terhadap margin pemasaran dan bernilai positif; 

b.      Pengaruh individual (parsial) independent variable LnX2  (harga gabah ditingkat petani) terhadap LnY dependent variable (margin pemasaran)  gabah di Kabupaten Pati mempunyai thitung sebesar -13,041 dengan signifikasi (probabilitas) 0.000. Oleh karena probabilitas jauh dibawah 0,050, artinya harga gabah ditingkat petani (parsial) berpengaruh sangat signifikan  terhadap margin pemasaran dan bernilai negative.

c.     Pengaruh individual (parsial) independent variable LnX3  (harga gabah ditingkat pengecer) terhadap LnY dependent variable (margin pemasaran) gabah di Kabupaten Pati mempunyai thitung sebesar 12,461 dengan signifikasi (probabilitas) 0,000. Oleh karena probabilitas jauh dibawah 0,050, artinya harga gabah ditingkat petani (parsial) berpengaruh sangat signifikan  terhadap margin pemasaran, dan bernilai positive;

d.    Pengaruh individual (parsial) independent variable LnX4 (lembaga pemasaran) terhadap LnY dependent variable (margin pemasaran) gabah di Kabupaten Pati mempunyai thitung sebesar 0,474 dengan signifikasi (probabilitas) 0.637. Oleh karena probabilitas jauh diatas 0,050, artinya lembaga pemasaran (parsial) berpengaruh tidak signifikan  terhadap margin pemasaran dan bernilai positive.

3.       Uji Persamaan Regresi

                Nilai persamaan regresinya sebagai berikut:

      Ln Y = -42,619 +  0,778 Ln x1 Ln -22,127 x2 + 26,128 Ln x3 + 0,036 Ln x4 + e

a.    Konstante sebesar  -42,619 menyatakan bahwa jika variabel independent dianggap konstan, maka nilai  LnY (margin pemasaran)  gabah di Kabupaten Pati adalah -42,619  %.

b.    Koefisien regresi LnX1 (volume penjualan) sebesar 0,778 menyatakan bahwa setiap kenaikan volume penjualan 1 %, akan menaikan LnY (margin pemasaran) gabah di Kabupaten Pati sebesar 0,778 %;

c.    Koefisien regresi LnX2 (harga ditingkat petani) sebesar -22,127 menyatakan bahwa setiap kenaikan harga ditingkat petani 1 %, akan menurunkan LnY (margin pemasaran) gabah di Kabupaten Pati  sebesar 22,127 %.

  1. Koefisien regresi LnX3 (harga ditingkat pengecer) sebesar 26,128 menyatakan bahwa setiap kenaikan harga ditingkat pengecer 1 %, akan menaikkan LnY (margin pemasaran) gabah di Kabupaten Pati sebesar 6,365 %.

e.    Koefisien regresi LnX4 (lembaga pemasaran) sebesar 0,036   menyatakan bahwa setiap kenaikan lembaga pemasaran 1 %, akan menaikkan LnY (margin pemasaran) gabah di Kabupaten Pati  sebesar 0,036 %.

4.       Uji signifikasi simultan (Uji F)

Hasil uji signifikasi simultan (Uji F) sebagaimana tabel 2 tersebut diatas menunjukkan bahwa pengaruh variabel LnX1 (volume penjualan), LnX2 (harga ditingkat petani), LnX3 (harga ditingkat pengecer), dan LnX4 (lembaga pemasaran) terhadap variabel LnY (margin pemasaran) diperoleh nilai Fhitung sebesar 50,330  dengan signifikasi (probabilitas) 0.000. Oleh karena probabilitas jauh dibawah 0,050, artinya secara bersama-sama (simultan) volume penjualan, harga gabah ditingkat petani, harga gabah ditingkat pengecer dan lembaga pemasaran berpengaruh  sangat signifikan terhadap margin pemasaran gabah di Kabupaten Pati, sehingga hipotesa yang diajukan terbukti.

5.         Uji Koefisien Determinasi (Uji R2)

Nilai koefisien  determinant (R2) sebagaimana tabel 15 tersebut diatas adalah  sebesar 0.711. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variasi velume penjualan, harga ditingkat petani, harga ditingkat pengecer dan lembaga pemasaran mampu menerangkan atau menjelaskan 71,1 % variasi margin pemasaran gabah di Kabupaten Pati,  sisanya sebesar 28,9  % dipengaruhi oleh variabel lain.

Kesimpulan

Berdasarkan kajian pustaka dan hasil penelitian, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.       Deskripsi volume penjualan gabah kering giling, harga gabah kering giling di tingkat petani, harga gabah kering giling di tingkat pengecer, lembaga pemasaran, dan margin pemasaran gabah kering giling di Kabupaten Pati  berdasarkan frekuensinya adalah: 

a.       Volume penjualan gabah kering giling menunjukkan semua data valid (87 bh), dengan mean (rata-rata) nya adalah: 99,0087 kw, dan median 98,5500 kw;

b.      Harga gabah kering giling di tingkat petani menunjukkan semua data valid (87 bh), dengan mean (rata-rata) nya adalah: Rp 413.183,91/kw, dan median Rp 415.000,00 /kw;

c.       Harga gabah kering giling di tingkat pengecer menunjukkan semua data valid (87 bh), dengan mean (rata-rata) nya adalah: Rp 431.586,21 /kw, dan median Rp 432.000,00 /kw;

d.      Lembaga pemasaran gabah kering giling menunjukkan semua data valid (87 bh), dengan mean (rata-rata) nya adalah: 1,63 bh, dan median 2,00 bh;

e.       Margin pemasaran gabah kering giling di Kabupaten Pati menunjukkan semua data valid (87 bh), dengan mean (rata-rata) nya adalah: Rp 1.916.230,86, dan median Rp 1.717.500,00.

2.       Ada pengaruh sangat signifikan dan positif  variabel volume penjualan terhadap margin pemasaran (t hit, 3,434 > t tab, 0,01 2,37); ada pengaruh sangat signifikan dan negative  variabel harga ditingkat petani terhadap margin pemasaran (t hit, -13,041 > t tab, 0,01 2,37); ada pengaruh sangat signifikan dan positif harga ditingkat pengecer  terhadap margin pemasaran (t hit,0,01 12,461 > t tab, 0,01 2,37); dan  ada pengaruh  tidak signifikan dan positif lembaga pemasaran terhadap margin pemasaran (t hit,0,01 0,474 < t tab, 0,05 1,66), sehingga hipotesa yang diajukan terbukti.

3.       Ada pengaruh sangat signifikan dan positif secara bersama-sama (simultan) antara variabel volume penjualan, harga ditingkat petani, harga ditingkat pengecer dan lembaga pemasaran terhadap margin pemasaran gabah kering giling di Kabupaten Pati (F hit 50,330 > F tab0,01 3,11), sehingga hipotesis yang diajukan juga terbukti.

4.       Pengaruh  antara variabel volume penjualan, harga ditingkat petani, harga ditingkat pengecer dan lembaga pemasaran terhadap margin pemasaran gabah kering giling di Kabupaten Pati, adalah 71,1 %.

Saran/Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan tersebut, maka dalam penelitian dapat disarankan/direkomendasikan sebagai berikut:

1.       Mengingat produktivitas padi tingkat Kabupaten Pati rata-rata baru mencapai 54,55 kw/ha (masih relative rendah), maka perlu peningkatan produktivitas padi dengan jalan perbaikan teknologi seperti benih unggul, pengolahan lahan sesuai anjuran teknis, pemupukan berimbang yang selama ini belum dilakukan oleh petani kalaupun sudah ada hanya terbatas pada pupuk nitrogen (Urea), sebagian pupuk Phospor (PONSKA) dan belum menggunaklan pupuk kalium serta penggunaan pupuk organik masih jarang sekali, sehingga wajar bila produktivitas masih rendah, oleh karena itu penyuluhan perlu diintensifkan secara kontinyu dan berkelanjutan untuk membimbing petani agar mereka mau dan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas padi;

2.       Perlu kemudahan mengakses modal baik melalui perbankan, lembaga keuangan mikro lainnya untuk  proses produksi agar dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas padi, sehingga harga jualnya dapat meningkat dan keuntungan juga meningkat;

3.       Perlu lembaga pemasaran yang mudah diakses oleh para petani, seperti melalui pedagang, pengumpul, pengecer, kelompok tani, gabungan kelompok tani (GAPOKTAN), Koperasi Tani yang diharapkan dapat mengakses ke Dolog sehingga harga jual gabah tidak dipermainkan terutama pada saat panen raya, sehingga petani tidak merugi akibat fluktuasi harga jual, oleh karena itu tugas penyuluh untuk membimbing, mengarahkan dan mendampingi keberadaan kelompok tani tersebut menjadi kelompok tani yang tangguh dalam melayanani anggotanya, begitu juga anggotanya dapat diajak untuk berkelompok dengan baik.

4.       Perlu komitmen bersama antara para petani sebagai produsen, penyuluh sebagai pembimbing dan pendamping petani, lembaga pemasaran (pedagang, pengumpul, pengecer,  kelompok tani, GAPOKTAN, Koperasi tani, Dolog) menjalin kerjasama yang harmonis, saling mendukung dan membutuhkan dan tentunya juga saling menguntungkan.

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Yellow Green Red Cyan Orange

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color

Spotlight3

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction